Sebelum Idul Fitri, 16 Ruas Infrastruktur Tuntas

Sidoarjo, inilah berita – Menjelang arus mudik dan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat penanganan puluhan ruas jalan yang mengalami kerusakan. Langkah ini bukan sekadar rutinitas pemeliharaan, melainkan bagian dari strategi memastikan kelancaran mobilitas warga saat momen puncak pergerakan kendaraan.

Melalui Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air, sedikitnya 41 ruas jalan masuk dalam daftar penanganan bertahap. Tahap pertama telah diselesaikan pada 16 titik prioritas, sementara 25 ruas lainnya kini dalam proses pengerjaan dan persiapan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo, Makhmud, menegaskan bahwa pekerjaan awal telah dituntaskan sepenuhnya. “Pada tahap 1 kemarin sudah kami lakukan di 16 ruas jalan dan semuanya selesai,” ujarnya.

Ruas-ruas prioritas tahap pertama tersebar di Kecamatan Buduran, Waru, Gedangan, dan Sedati—wilayah dengan intensitas lalu lintas tinggi serta menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi dan permukiman padat.

Memasuki tahap kedua, perbaikan mulai bergulir di sejumlah titik. Beberapa ruas sudah berjalan, sementara lainnya menunggu jadwal pengerjaan sesuai tingkat urgensi kerusakan.

“Sekarang sudah ada yang berjalan, ada juga yang masih belum. Untuk tahap 2 ini, yang sudah jalan meliputi Gedangan dan Sukodono,” katanya.

Secara teknis, perbaikan difokuskan pada penanganan lubang, permukaan bergelombang, serta kerusakan kategori sedang. Pendekatannya berupa pemulihan badan jalan agar tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat, khususnya saat volume kendaraan diprediksi meningkat tajam menjelang Lebaran.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turut membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan kondisi jalan. Warga diminta aktif melapor jika menemukan kerusakan melalui layanan darurat daerah.

“Nanti bisa diperbaiki pakai PIWK atau ditangani oleh Dinas PU sendiri,” jelas Subandi.

Baca juga  Dengan Kopling Polisi Ajak Warga Jaga Kamtibmas di Sidoarjo

Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana pembentukan unit khusus pasca-Lebaran guna mempercepat respons penanganan jalan rusak di lapangan.

“Nanti ada empat UPT. Ada satgas yang keliling. Begitu ada jalan rusak, langsung kita kerjakan,” katanya.

Adapun ruas jalan yang telah ditangani antara lain Cemengkalang–Kebonagung, Gebang (Lingkar Timur)–Sekardangan, Sidokare–Sepande, Jati–Sidodadi, Lebo–Durungbedug, Bulusidokare–Blurukidul, Pagerwojo–Entalsewu, Wadungasih–Siwalanpanji, Kedungrejo–Wadlingasri, Tropodo–Wedoro, Gedangan–Betro, Gedangan–Sukodono, Cemandi–Tambakcemandi, Kwangsan–Gemurung, Pulungan–Kwangsan, serta Putat–Putat.

Sementara yang sedang dan akan berjalan mencakup Wunut–Candipari, Jemirahan–Panggreh, Randegan–Lajuk, Kalitengah–Gempolsari, Jabaran–Watesari, Kramat Temenggungan–Mlirip, Panjunan–Bangsri, Tarik–batas Kabupaten Mojokerto, Jabaran–Krian, Juwet Kenongo–Mindi, Ngelom–Barengkrajan, Sukodono–Ponokawan, Sidomojo–Barengkrajan, Katerungan–Krian, Kletek–Sukodono, Jedongcangkring–Kedungkembar, Kebonagung–Sukodono, Bulang–Prambon, Buduran (Flyover)–Pagerwojo (KH Ali Mas’ud), Banjarkemantren–Prasung, Larangan–Sumokali, Lemahputro–Sumokali, Lemahputro–Pucang, Tulangan–Durungbedug, serta Candi–Prasung.

Percepatan ini menegaskan bahwa momentum Lebaran bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga ujian kesiapan infrastruktur daerah. Dengan pola pengerjaan bertahap berbasis prioritas dan aduan masyarakat, Pemkab Sidoarjo menargetkan kondisi jalan lebih layak sebelum puncak arus mudik dimulai. (ian)