MAKI Jatim Dorong Pokja Joko Dolog Jadi “TOA” Pengawas Pemerintahan Jatim

Pasuruan, inilah berita – Kegiatan Halal Bihalal tahunan 1447 H / 2026 yang digelar di Vila Sabar PTPN Prigen, Pasuruan, berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara ini dihadiri oleh jajaran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama anggota Pokja Joko Dolog.
Momentum pasca-Ramadhan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat peran media sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan di Jawa Timur.
Aktivis MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa ke depan Pokja Joko Dolog harus mampu mengambil posisi sebagai “TOA” atau corong utama informasi publik yang tidak hanya menyampaikan, tetapi juga menguji dan mengawal setiap kebijakan pemerintah.
“Kami berharap Pokja Joko Dolog ke depan bisa menjadi TOA dalam pemberitaan pemerintahan Jawa Timur. Bukan sekadar menyuarakan, tapi juga mengontrol. Informasi yang keluar harus jelas, tegas, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Heru.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, peran media independen semakin krusial untuk mencegah distorsi informasi yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Hari ini publik tidak kekurangan informasi, tapi kekurangan kejelasan. Di sinilah peran media—bukan jadi corong sepihak, tapi menjadi penyeimbang yang berani mengoreksi,” lanjutnya.

Heru juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak alergi terhadap kritik dan kontrol publik. Ia menekan bahwa media yang kuat justru membantu pemerintah tetap berada di jalur yang benar.
“Kami ingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah di Jawa Timur, jangan anti kritik. Media yang kuat justru membantu pemerintah tetap berada di jalur yang benar. Kalau ada yang alergi dikritik, patut dipertanyakan ada apa di balik itu,” ujarnya lugas.
Ia berharap keberadaan Pokja Joko Dolog menjadi kekuatan yang diperhitungkan, menciptakan keseimbangan di mana pemerintah bekerja dan media mengawasi agar kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat.
Lebih jauh, Heru mengungkapkan bahwa gerakan ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah mulai tumbuh nyata di berbagai daerah seperti Jember dan kabupaten lainnya. Ia menekankan pentingnya disiplin verifikasi agar setiap pemberitaan tetap kredibel dan tidak menjadi alat kepentingan pihak tertentu.
“Kita tidak ingin bergerak liar. Semua informasi harus dicek, dikaji, dan dibahas bersama. Kita bangun kredibilitas, bukan sensasi,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara MAKI Jatim dan Pokja Joko Dolog dalam membangun jaringan media yang solid, independen, dan berintegritas. Ke depan, fokus akan diletakkan pada perluasan jaringan dan rekrutmen kalangan media.
“Ini momentum kebangkitan. Kita satukan langkah, perkuat jaringan, dan hadir sebagai kekuatan media yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Media harus jadi penjaga kebenaran dan pengawas kekuasaan,” pungkas Heru. (an)


