Khotmil Qur’an di Makam Mbah Sentono, Warga Dusun Banjarsari Mojokerto Pererat Ukhuwah dan Berbakti pada Leluhur

Mojokerto, inilah berita – Ratusan warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, berbondong-bondong mendatangi kawasan Makam Umum Dusun Banjarsari pada hari Minggu (3/5). Kegiatan yang dilaksanakan di sekitar makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono atau akrab disapa Mbah Sentono ini merupakan pelaksanaan rutin Khotmil Qur’an sekaligus kirim doa bagi sanak saudara dan leluhur yang telah mendahului. Suasana berlangsung khidmat dan dipenuhi kehangatan kebersamaan warga.

Hadi Purwanto S.T., S.H., M.H. selaku Penanggung Jawab Paguyuban Rutinan Khotmil Qur’an menyampaikan bahwa kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan ke-23 ini memiliki makna mendalam. “Setiap bulan kita berkumpul di sini untuk berbakti kepada orang tua dan leluhur dengan mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an. Selain itu, momen ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ungkapnya.

Sebagai Advokat yang baru saja dilantik, Hadi Purwanto juga mengapresiasi kesetiaan warga dalam menjaga tradisi mulia ini. Ia mengibaratkan doa dan bacaan yang dipanjatkan layaknya kiriman berkah untuk penghuni kubur. “Bagi kita yang masih hidup, ini juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Penasihat Khotmil Qur’an, K.H. Hasan Mathori, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya makna kegiatan ini. Menurutnya, Khotmil Qur’an bukan sekadar adat, melainkan ikhtiar bersama meraih keberkahan. Rangkaian kegiatan yang meliputi bacaan Al-Qur’an, sholawat, dan doa diyakini menjadi jalan pembuka pintu rezeki dan ketenteraman jiwa.

“Barangsiapa yang senantiasa hadir dan berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah, maka kelimpahan dan keberkahan akan menyertai hidupnya. Namun ingat, jangan sampai kelapangan rezeki membuat kita lupa akan kewajiban mendekatkan diri kepada-Nya,” pesan K.H. Hasan Mathori mengingatkan.

Warga Dusun Banjarsari bertekad untuk terus melestarikan tradisi ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi warisan budaya yang terjaga, tetapi juga senantiasa memupuk nilai kebersamaan dan ketakwaan guna meraih kehidupan yang berkah dunia dan akhirat. (Dyah)

Baca juga  Pemkab dan Forkopimda Kabupaten Mojokerto 'Motoran' Untuk Gencarkan Lagi Program Siskamling