MAKI Jatim Temukan Dugaan Korupsi ADD & CSR, 5 Kades di Puger Akan Dilaporkan ke Polisi

JEMBER, inilah berita – Tim Litbang dan Investigasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menemukan sejumlah fakta hukum yang mengarah pada dugaan korupsi dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Imasco. Temuan ini didasarkan pada laporan yang masuk dari warga, termasuk Ustad Muhammad Suja’i dari Desa Kasiyan Timur.

Kelima desa yang menjadi sorotan adalah Desa Loh Jejer Wuluhan, Puger Wetan, Wonosari, Grenden, dan Kasiyan Timur, seluruhnya berada di Kecamatan Puger.

Dalam konsolidasi akbar yang digelar di Sadengan, Kasiyan Timur, Minggu (26/04/2026), Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, tegas menyampaikan bahwa data dan bukti yang dimiliki dinilai valid dan sah secara hukum. Diduga kuat terdapat praktik koruptif dalam penyaluran dana CSR dari PT Imasco kepada para kepala desa tersebut.

“Bukti dan data valid yang sah demi hukum serta data jumlah CSR yang diserahkan PT Imasco kepada Kepala Desa di 5 desa di atas diduga sarat dengan perilaku koruptif di dalamnya,” tegas Heru.

Heru juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif secara non-formal dengan aparat penegak hukum, yakni Direskrimsus Polda Jatim dan Aspidsus Kejati Jatim terkait rencana pelaporan ini.

“Saya atas nama lembaga MAKI Jatim, menyampaikan terima kasih kepada para warga yang telah memberikan data valid. MAKI Jatim SIAP KAWAL SAMPAI TUNTAS,” ujarnya.

Setelah melakukan pendalaman data (Pulbaket) selama 5 hari berturut-turut, MAKI Jatim memastikan langkah hukum akan segera ditempuh. Penyusunan berkas pelaporan akan dimulai pada Senin (27/04), dan pelaporan resmi direncanakan akan dilayangkan pada Selasa (28/04) besok, dipimpin langsung oleh Koordinator Bidang Hukum MAKI Jatim, Achmad Khusairi, SH, MH.

Baca juga  Polres Jember Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Bulan Ramadhan

“Sudah cukup dugaan sikap arogansi dan perilaku koruptif tersebut. Waktunya kebenaran mencari serta menegaskan jalannya,” tegas Heru.

Di kesempatan yang sama, dalam konsolidasi yang dihadiri ribuan warga tersebut, disepakati bahwa perjuangan menuntut keadilan terkait operasional PT Imasco tidak akan berhenti di tingkat daerah. Warga bersama MAKI Jatim berencana membawa masalah ini hingga ke tingkat pusat.

Mereka bersiap menuju Jakarta untuk menemui Komisi XII DPR RI, bahkan bertekad untuk bisa menghadap langsung Presiden Prabowo guna menyuarakan aspirasi dan keresahan masyarakat.

Acara diakhiri dengan pekik takbir Allahu Akbar sebagai bentuk doa dan harapan agar perjuangan ini mendapatkan ridho dan pertolongan Tuhan Yang Maha Adil. (ian)