MAKI Jatim Tuntut Transparansi Anggaran Pansus BUMD DPRD: Rekomendasi Dianggap Sekadar Ulasan Berita

SURABAYA, inilah berita – Pasca penyampaian rekomendasi akhir Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim yang diwakili Sekretaris Daerah, Gerakan Masyarakat Mengawasi Indonesia (MAKI) Jatim melancarkan kritikan tajam.
MAKI menilai hasil kerja yang disusun selama enam bulan—sejak November 2025 hingga April 2026—tidak sebanding dengan mutu yang diharapkan rakyat.
Rekomendasi yang disampaikan meliputi pendataan aset untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah, perbaikan sistem perekrutan pimpinan BUMD, pembentukan Biro Khusus dan Induk Usaha BUMD, revitalisasi aset, serta evaluasi kinerja.
Namun menurut MAKI, poin-poin tersebut sudah lama terungkap di media massa dan cukup dibahas dalam dua kali rapat saja. Bahkan usulan menjadikan Badan Usaha Daerah Nusantara (DABN) sebagai BUMD dinilai tidak masuk akal karena lembaga tersebut tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi Jatim atas dugaan korupsi.
Ketua MAKI Jatim, Heru, menyatakan kecurigaan besar terhadap pengelolaan anggaran APBD yang diperuntukkan bagi Pansus. Ia menuding kegiatan studi banding ke Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sekadar perjalanan dinas, serta rapat kerja kerap dilangsungkan di hotel berbintang. Rekam jejak pergerakan tim yang dihimpun MAKI menjadi dasar permintaan pertanggungjawaban keuangan yang tegas.
“Perilaku Ketua Pansus di hadapan pers seolah menganggap hasil kerja ini sempurna. Padahal ini hanyalah ulasan berita yang sudah beredar. Sungguh menggambarkan wakil rakyat yang ‘tong kosong nyaring bunyinya’,” tegas Heru.
Tidak hanya mengkritik, MAKI Jatim pun menantang Pansus untuk berdebat terbuka guna membuktikan keaslian temuan. Jika tantangan tidak direspons, Heru menegaskan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan gedung DPRD Jatim disertai laporan dugaan penyelewengan anggaran ke aparat penegak hukum. (ian)
Sebagai penutup, Heru menyampaikan peringatan keras: “TUNGGU SAJA TANGGAL MAINNYA.”


