Gemilang Prestasi, Jatim Juara Umum Kejurnas Woodball 2026

JAKARTA| Tim Woodball Jawa Timur (Jatim) menorehkan prestasi gemilang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 Jakarta, Senin s/d Jumat (6-10/7/26). Disini, kontingen Jatim tampil dominan dan sukses mengumpulkan total 23 medali, terdiri atas 10 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Total perolehan medali tersebut menempatkan Jatim sebagai juara umum.

Ini tentu sesuai target yang dicanangkan Pengurus Provinsi Indonesian Woodball Association (IWbA) Jawa Timur saat melepas atlet Woodball Jatim di ajang tersebut, Rabu (1/7) di kantor KONI Jawa Timur.

Kejurnas Woodball 2026 ini dipertandingkan di Lapangan Banteng Gambir Jakarta Pusat selama Senin s/d Jumat (6-10/7/26). Selama itu, persaingan perebutan gelar juara umum berlangsung sengit hingga hari terakhir. Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan raihan 7 emas, 9 perak, dan 10 perunggu, disusul Banten di peringkat ketiga dengan 3 emas. Bali berada di posisi keempat dengan 2 emas, 2 perak, dan 5 perunggu, sementara DKI Jakarta melengkapi lima besar setelah mengoleksi 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Di buka oleh Ketua Umum IWbA Aang Sunadji, Kejurnas Woodball ini diikuti oleh sebanyak 223 atlet dari 16 provinsi, mempertandingkan 14 nomor kategori prestasi serta kategori pembinaan yang meliputi Kelompok Umur (KU) 12, KU-15, dan KU-18. Jatim sendiri dalam kejurnas ini mengirimkan 60 atlet 3 pelatih dan 4 official. Menariknya, selain memperebutkan gelar nasional, hasil dari kejurnas ini menjadi ajang seleksi utama penentu skuad Timnas Indonesia yang akan dikirim ke ajang World Cup Woodball 2026 di Perlis, Malaysia.

Kesuksesan besar Jatim di Jakarta kali ini dibangun dari dua pilar utama : keperkasaan di kategori prestasi (senior) dan fondasi kuat dari kategori pembinaan Kelompok Umur (KU). Di kategori prestasi, atlet senior Jatim menunjukkan kedewasaan mereka dengan meraih mayoritas medali emas. Sementara itu, di kelompok usia U-18, U-15, dan U-12, bibit-bibit unggul baru terus bermunculan, menjamin regenerasi yang sehat bagi masa depan woodball Indonesia.

Baca juga  Satresnarkoba Polres Pasuruan Sita Ratusan Gram Sabu dalam Ops Pekat Semeru 2026

Ketua Umum Pengprov IWbA Jawa Timur, M. Ali Kuncoro, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan keras seluruh kontingen. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah manis dari sistem pembinaan jangka panjang yang konsisten.

“Kita ke Jakarta bukan hanya untuk sekadar berpartisipasi, kita ke Jakarta untuk menang dan membuktikan hasil pembinaan berkelanjutan kita,” ungkap mantan Kadispora Jatim ini.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov IWbA Jatim, Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Pd., menambahkan seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat yang diawali melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada April, kemudian dilanjutkan dengan Jatim Open pada Mei yang diikuti sembilan provinsi dan ratusan peserta dari berbagai klub.

“Dari hasil Kejurprov dan Jatim Open, kami melakukan pemusatan latihan untuk memilih atlet terbaik di setiap kategori, mulai U-12, U-15, U-18 hingga senior prestasi,” ujarnya

Nurul Hidayati berharap Kejurnas Woodball 2026 menjadi momentum untuk semakin mengukuhkan eksistensi cabang olahraga tersebut di tingkat nasional. la juga berharap woodball terus dipertandingkan secara berjenjang sehingga pembinaan yang telah dibangun di daerah tidak terhenti.

Kontingen Jatim memberikan tepuk tangan saat defile kontingen.

Kejurnas Woodball 2026 ini resmi ditutup pada Jumat (10/7) pagi WIB dengan awarding ceremony dari tiap kategori yang dipertandingkan.

Ketua Umum (IWbA), Aang Sunadji, mengatakan hasil kejurnas akan menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam penyusunan tim nasional yang akan berlaga pada World Cup Woodball 2026 di Perlis, Malaysia.

“Atlet-atlet terbaik dari kejurnas akan menjadi pertimbangan utama dalam memperkuat Tim Indonesia menuju ajang tersebut,” pungkasnya.@bongkyhandoyo